Sejarah Creata
Perkumpulan Creata (Center for Reasearch of Environment, Apppropriate Technology, and Advocacy selanjutnya Creata) didirikan di Depok pada 21 September 2015, oleh Widhyanto Muttaqien, Fajri Mulya Iresha, Parama Maharddhika, dan Hilmiyah Tsabitah. Creata lahir dari keinginan untuk menyeimbangkan pengetahuan dan teknologi dalam pemenuhan kehidupan yang lebih bermakna, antara individu dengan masyarakat, pengetahuan dengan kekuasaan, dan alam raya sebagai tempat hidup, agar kemajuan tidak menghasilkan ketimpangan pencapaian kesejahteraan dan menjamin kebutuhan generasi mendatang.
Kami mengerjakan banyak riset dan advokasi di bidang lingkungan hidup yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat sehari-hari. Salah satu program unggulan kami adalah ‘Zero Waste Resto’ (ZWR) untuk mengampanyekan restoran ramah lingkungan.


Tentang Creata
Visi
Menjadi penggerak perubahan sistem pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan berbasis riset dan teknologi
Misi
Menjalankan difusi teknologi ramah lingkungan ke dalam sistem social
Berdasarkan visi dan misi , nilai-nilai yang kami pilih, metode kerja yang kami rancang. Kami terus mengembangkan kemitraan dengan peneliti, praktisi, komunitas yang bertujuan sama dengan kami.
Nilai-nilai
- Inovasi
- Kolaborasi
- Kontekstual
Metode Kerja
- Riset
- Edukasi
- Aksi
- Diseminasi
Kegiatan Creata
Beberapa program riset yang telah dilakukan dalam mendukung visi tersebut adalah sebagai berikut.
- Riset tentang Limbah Rumah Sakit (2015)
- Riset aksi (action research) Zero Waste Resto (2015)
- Riset tentang Gaya Hidup Berkelanjutan bersama Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (2015)
- Pelatihan Penilaian Cultural Value Method (CVM) bersama Program Arsitektur Lanskap – Institut Sain dan Teknologi Nasional (2018)
- Pengembangan Budidaya Maggot bersama LazizMU (2022)
Sedangkan aksi dalam pengertian kegiatan yang berdampak langsung ke masyarakat dilakukan melalui Bank Sampah OLSMAGA (Olah Sampah Bersama Warga) di Griya Cikarang Asri.
- Pelatihan Relawan Sampah (Remaja) di Cikarang (2016)
- Perencanaan pengelolaan sampah di gedung perkantoran (2018)
- Pelatihan Takakura (pembuatan kompos kering) (kegiatan rutin)
- Pelatihan jelantah menjadi biodiesel (2017)
Kerjasama dengan pemerintah daerah
- Kolaborasi bersama BLHD Depok, Dinas Kebersihan Kota Depk, Asosiasi Bank Sampah Kota Depok, Bank Sampah Sukmajaya dalam menyiapkan perubahan kelembagaan standar operasi sampah rumah makan (2016)
- Pengembangan Kota Hijau bersama Bappeda Kabupaten Bekasi (2016)

