Jakarta Siap

Jumlah penduduk Jakarta tahun 2019 sekitar 10.6 juta. Pertambahan populasi yang terus menerus menyebabkan daya dukung dan daya tampung kota terus tertekan. Ini konsekuensi dari urbanisasi. Dibutuhkan langkah untuk menciptakan kota yang tanggap bencana, bencana karena kota tidak siap menerima penurunan kualitas layanan ekosistemnya. Jakarta memiliki prencanaan strategis yang mendukung hal ini. JAKARTA SIAP.

Apa itu Jakarta Siap

Masyarakat dan berbagai unsur pemangku kepentingan harus siap dan paham bagaimana merespon bencana. Infrastruktur dan layanan dasar harus tetap berfungsi untuk mendukung warga Jakarta ketika krisis terjadi.

Bagaimana

PENDEKATAN
1. Memperjelas sistem KOORDINASI dan KOLABORASI ketika terjadi guncangan
2. Meningkatkan KETERPAPARAN INFORMASI dan PEMAHAMAN Pemangku Kepentingan terhadap
Guncangan
3. Meningkatkan KAPASITAS Pemangku Kepentingan dalam MEMPERSIAPKAN DIRI dan MENGHADAPI Guncangan

Langkah AWAL

1. Pendidikan kesiapsiagaan menghadapi guncangan.
2. Pengembangan smart city dan e-governance
3. Peningkatan kualitas Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang mempertimbangkan risiko bencana
4. Kajian terhadap risiko bencana bagi bangunan lama di DKI Jakarta.
5. Pemenuhan standar infrastruktur tanggap bencana.
6. Pelaksanaan Pertanian Perkotaan (Urban Farming).

urban farming

 

Risiko bencana dapat dikurangi dengan infrastruktur hijau  (green infrastrusture) yang merupakan  jaringan ruang hijau yang dirancang dan dikelola untuk memberikan layanan luas jasa ekosistem yang dapat meningkatkan kondisi lingkungan dan  kesehatan warga dan kualitas hidup. Ketika kota tumbuh lebih besar, sangat penting untuk mempertahankan atau meningkatkan jasa ekosistem per penduduk. Memulihkan, merehabilitasi, dan meningkatkan konektivitas antara yang ada, yang dimodifikasi, dan yang baru area hijau di dalam kota dan antarmuka perkotaan-pedesaan diperlukan untuk meningkatkan kapasitas adaptif kota untuk mengatasi dampak perubahan dan untuk memungkinkan ekosistem memberikan layanan mereka untuk lebih kota yang layak huni, sehat, dan tangguh (Panagopoulos, 2019).

Bagaimana kondisi RTH sampai tahun 2016, Tirto.id pernah melakukan pelaporan terhadap kondisi RTH di Jakarta, berikut infografisnya.

RTH-jakarta-TIRTO-1032016-FA

 

Dari tahun 2016, RTH telah bertambah menjadi sekitar 14.9%, yang artinya permasalahan infografis di atas sesungguhnya dapat diurai. Pendekatan partisipatif dan kolaboratif nampaknya tak bisa dihindarkan untuk menambah RTH di Jakarta, sebab hanya dengan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan pengelolaan RTH bisa lebih ajeg dan berkelanjutan. Sedangkan pendekatan partispatif akan membuat para pengguna RTH mau merawat RTH yang dibangun karena menyadari RTH bagian dari kehidupan mereka sendiri.

 

Gambar 1. https://kabarinews.com/ini-dia-solusi-cepat-menambah-rth-di-jakarta/83230

Gambar 2. https://mmc.tirto.id/image/2016/03/RTH-jakarta-TIRTO-1032016-FA.jpg

Gambar 3. https://pingpoint.co.id/berita/sudin-kpkp-jakarta-pusat-tambah-50-lokasi-urban-farming/

 

 

 

Berbagi Kota: Cultural Values Model

 

oleh: Widhyanto Muttaqien

Kelas Berbagi Kota kali ini adalah untuk mengajak anak muda dan pelajar untuk mengenali kampungnya. Lewat vegetasi dan perubahan ekologi yang terjadi, partisipan diajak untuk mengenali nilai yang penting bagi pohon. setidaknya ada 9 nilai pohon, yaitu;

  1. Ekologi
  2. Sosial
  3. Budaya
  4. Ekonomi
  5. Sejarah
  6. Sains
  7. Estetika
  8. Agama
  9. Sejarah

 

https://www.facebook.com/widhyanto.muttaqien/videos/10213684219007504/

Bahan presentasi dapat diunduh disini CulturalValuesModel

Fungsi Cultural Values Model ini adalah untuk memberikan identitas tempat bagi warga, misalnya daerah Jagakarsa dengan nama-nama jalan seperti Jalan Rambutan, Jalan Jamblang, Jalan Pepaya, Jalan Sagu, Jalan Kecapi, Jalan Cipedak dll. merupakan sebuah identitas tempat, hal ini berguna misalnya ketika ingin membuat taman kota di wilayah tersebut – dengan melestarikan atau melakukan konservasi budaya melalui pohon/vegetasi

Pohon di wilayah Jagakarsa sendiri menjadi bagian penting dari lanskap budaya. Faktanya sebagai berikut.

  1. Pernah menjadi bagian dari Kecamatan Pasar Minggu (dikenal dengan lagi Pepaya, Buah Pisang, Jambu, dibawa dari Pasar Minggu)
  2. Dulu menjadi kawasan pertanian, khususnya budidaya tanaman produksi
  3. Keberadaan pohon-pohon buah adalah Identitas kawasan
  4. Banyak nama jalan menggunakan nama tanaman buah

Bahan presentasi diunduh disini Pengenalan tanaman

https://www.facebook.com/widhyanto.muttaqien/videos/10213684217727472/

Untuk mengenali sejarah tempat maka dilakukan pemetaan sosial, partisipan diajak untuk belajar bertanya mengenai perubahan lingkungan dan kaitannya dengan aktivitas masyarakat di bidang sosial, lingkungan, dan ekonomi.

Bahan presentasi dapat diunduh disini PetaSosial

https://www.facebook.com/widhyanto.muttaqien/videos/10213684290369288/

Kegiatan Berbagi Kota adalah kegiatan rutin Perkumpulan Creata yang bekerjasama dengan  Program Studi Arsitektur Lanskap ISTN.

Sampai bertemu di sesi berikutnya. Narahubung widhyanto | 082310208090

BerbagiKota

Howdy Kreator,

 

Mengawali 2018 Creata akan membuka program BerbagiKota, acara ini tetap mempertahankan konsep zero waste event (lihat http://www.creata.or.id/zeewee ). BerbagiKota salah satunya menyelenggarakan bazar barang bekas; furnitur bekas, popok bekas pakai ulang, baju bekas layak pakai, sepatu – bahkan buku. Boleh jadi para Kreator memiliki barang elektronik bekas masih bisa dipakai untuk dijual daripada menjadi tumpukkan tak berguna: BerbagiKota alternatif kegiatan yang asyik.

Kota

BerbagiKota bagian dari Aksi atas pembelajaran daur hidup produk yang berkelanjutan – dimana produk yang masih bermanfaat, karena bosan ditempatkan di gudang atau ditumpuk di sudut. Sehingga rumah menjadi sumpek, berdebu, dan berpotensi sebagai tempat berkembang baik tungau debu – yang mengakibatkan alergi, gatal-gatal, penyebab utama asma, bersin-bersin dan hidung tersumbat. Begitu sederhananya cara penyakit menyerang di rumah kita sendiri.

READ

Berbagi kota sebagai salah satu program akan diisi dengan aneka keterampilan pengelolaan sampah rumah tangga, cara daur ulang: misalnya dengan up cycling yaitu:

  • Mengubah barang bekas (sampah unorganik) menjadi barang berguna tanpa melalui proses pengolahan bahan. Modal utamanya adalah kreativitas.
  • Kualitas barang yang diubah menjadi lebih memiliki nilai tambah baik secara fungsi maupun lingkungan.

Sampai ketemu di Kelapa Hijau 99 para Kreator, setiap Sabtu dan Minggu kita pesta!

upcyclingContoh produk up cycling, kaleng cat bekas menjadi kursi  stool , rangka mobil VW bekas untuk ruang perpustakaan anak