Sejarah Creata

Perkumpulan Creata (Center for Reasearch of Environment, Apppropriate Technology, and Advocacy) didirikan di Depok pada 20 Juni 2015, oleh Widhyanto Muttaqien, Fajri Mulya Iresha, dan Hilmiyah Tsabitah. Creata lahir dari keinginan untuk menyeimbangkan pengetahuan dan teknologi dalam pemenuhan kehidupan yang lebih bermakna, antara individu dengan masyarakat, pengetahuan dengan kekuasaan,  dan alam raya sebagai tempat hidup, agar kemajuan tidak menghasilkan ketimpangan pencapaian kesejahteraan dan menjamin kebutuhan generasi mendatang.

Kami mengerjakan banyak riset dan advokasi di bidang lingkungan yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat sehari-hari. Salah satu program unggulan kami adalah ‘Zero Waste Resto’ untuk mengampanyekan restoran ramah lingkungan.

creata-logo-profil
thumb-tentang-creata

Tentang Creata

Visi

Menjadi penggerak perubahan sistem pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan berbasis riset dan teknologi

Misi

Menjalankan difusi teknologi ramah lingkungan ke dalam sistem social

Berdasarkan visi dan misi , nilai-nilai yang kami pilih, metode kerja yang kami rancang. Kami terus mengembangkan kemitraan dengan peneliti, praktisi, komunitas  yang bertujuan sama dengan kami.

Nilai-nilai

  1. Inovasi
  2. Kolaborasi
  3. Kontekstual

Metode Kerja

  1. Riset
  2. Edukasi
  3. Aksi
  4. Diseminasi

Struktur

Widhyanto Muttaqien

widhyanto-muttaqien
anggota
anggota
anggota
anggota
anggota
anggota
anggota
anggota
anggota

Anggota Creata

Creata mengambil falsafah penciptaan, digerakkan oleh akal budi, imajinasi, dan keinginan untuk bekerjasama dengan alam.

 

Kegiatan Creata

Beberapa program riset yang telah dilakukan dalam mendukung visi tersebut adalah sebagai berikut.

  1. Riset tentang Limbah Rumah Sakit (2015)
  2. Riset aksi (action research) Zero Waste Resto (2015)
  3. Riset tentang Gaya Hidup Berkelanjutan bersama Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (2015)
  4. Pelatihan Penilaian Cultural Value Method (CVM) bersama Program Arsitektur Lanskap – Institut Sain dan Teknologi Nasional (2018)

Sedangkan aksi dalam pengertian kegiatan yang berdampak langsung ke masyarakat dilakukan melalui Bank Sampah OLSMAGA  (Olah Sampah Bersama Warga) di Griya Cikarang Asri.

  1. Pelatihan Relawan Sampah (Remaja) di Cikarang (2016)
  2. Perencanaan pengelolaan sampah di gedung perkantoran (2018)
  3. Pelatihan Takakura (pembuatan kompos kering) (kegiatan rutin)
  4. Pelatihan jelantah menjadi biodiesel (2017)

 

Kerjasama dengan pemerintah daerah

  1. Kolaborasi bersama BLHD Depok, Dinas Kebersihan Kota Depk, Asosiasi Bank Sampah Kota Depok, Bank Sampah Sukmajaya dalam menyiapkan perubahan   kelembagaan standar operasi sampah rumah makan (2016)
  2. Pengembangan Kota Hijau bersama Bappeda Kabupaten Bekasi (2016)